Formosa 1662: The Dutch Great Loss

Devi Riskianingrum

Abstract

Penyerangan armada besar China ke Formosa di bawah pimpinan Cheng Che’ng Kung atau lebih dikenal sebagai Coxinga pada bulan Mei tahun 1661 membawa kekalahan bagi Belanda (VOC) yang akhirnya menyerah pada bulan Februari tahun 1662. Penyerangan ini mengakhiri supremasi Kongsi Dagang Hindia Belanda di pulau ini. Belanda membangun pelabuhan di Formosa pada tahun 1642 yang terbukti memberi keuntungan berkat posisi strategisnya sebagai pelabuhan transit bagi jejaring pengiriman barang di Asia. Untuk memahami berbagai faktor penyebab kekalahan Belanda, perlu diketahui alasan kedatangan Belanda ke pulau itu dan posisinya di tengah kekuatan besar di Asia Timur, khususnya Dinasti Qing Manchu, Shogun Jepang dan Admiral Cheng. Tulisan ini sebagian besar bersumberkan dari materi sekunder tentang Formosa dari berbagai topik. Tulisan ini hendak mengulas lebih dalam dan bercerita lebih detil berbagai faktor yang mengakibatkan kekalahan Belanda di Formosa dengan perspektif lebih luas, terutama menyangkut posisi Belanda di Asia Timur dan pelbagai perubahan peristiwa di daerah sekitarnya.
Katakunci: Formosa, Belanda, Coxinga, Cina.

Full Text:

PDF

References

Andrade, Tonio. 2007. The Rise and Fall of Dutch Taiwan, 1624–1662: Cooperative Colonization and the Statist Model of European Expansion. Accessed on http://www.historycooperative.org/journals/jwh/17.4/andrade.html April 15

___________.

“Political Spectacles and Colonial Rule: The Landdag on Dutch Taiwan, 1629-1648”, Itinerario, 21/3.

___________. 2007. How Taiwan Became Chinese Dutch, Spanish, and Han. Colonization in the Seventeenth Century. http://www.gutenberg-e.org/andrade/ Accessed on April 15.

Blusse, L. J (ed). 2003. Around and About Formosa. Taipei: SMC Publishing Inc.

Chiu, Hsin-hui. 2007. The Colonial ‘Civilizing Process’ in Dutch Formosa. Doctor Dissertation, Leiden Universiteit.

Davidson, James W. 1903. The Island of Formosa, Past and Present. London: Macmillan Co.

Dyke, Paul A. Van. 1997. “How and Why the Dutch East India Company Became Competitive in Intra-Asian Trade in East Asia in the 1630s”, Itinerario, 21/3.

Goddard, W. G. 1966. Formosa: A Study in Chinese History. United Kingdom: Michigan University Press.

Oofsterhoff, JL. 1980. Zeelandia: The Failure of a Dutch Colonial City on Formosa (1624-1662). Paper presentation. Leiden.

Rubinstein, Murray A. (ed). 1999. Taiwan A New History. New York: ME Sharpe.

Sheng, Tu Cheng. 2003. Ilha Formosa: The Emergence of Taiwan on The World Scene in The 17Th Century. Taipei: Tsai Lin Printing Co. Ltd.

Strydom, Marne. 2003. “Pride and Prejudice: The Role of Policy and Perception Creation in the Chinese Revolt of 1652 on Dutch Formosa”, Itinerario, 27/1.

Toby, Ronald. 1984. State and Diplomacy in Early Modern Japan. Princeton: Princeton University Press.

Vermeer, E.B. (Ed). 1990. Development and Decline of Fukien Province In The 17th and 18Th Centuries. Leiden: E.J. Brill.

Wills Jr, John E. 1974. Pepper, Gun and Parleys. The Dutch East India Company and China 1622-1681. Massachusetts: Harvard University Press.

Yung-ho, Ts’ao. 1997. Taiwan as an Entrepot in East Asia in the Seventeenth Century, Itinerario, 21/3.

Copyright (c) 2016 Jurnal Kajian Wilayah
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.