The Dutch Science (Rangaku) and its Influence on Japan

Erlita Tantri

Abstract

Pada tahun 1609, Belanda memperoleh izin memasuki Jepang bersama armada dagangnya VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie-Dutch East India Company) dan menempati wilayah di pelabuhan perdagangan Hirado hingga tahun 1940. Pada tahun 1639 Jepang menutup negaranya untuk berhubungan dengan dunia luar (era sakoku). Namun, Jepang masih mengijinkan Belanda untuk tinggal dan memindahkan perusahaannya (untuk mudah mengontrolnya) ke Pulau Deshima pada tahun 1941. Meskipun Jepang sangat melarang masyarakatnya berhubungan dengan Belanda atau sebaliknya, kecuali orang yang ditentukan dan pada kondisi dan waktu tertentu, namun rasa keingintahuan negeri ini terhadap perkembangan ilmu dan teknik Barat telah membawa keterbukaan Jepang untuk menggalinya melalui Belanda. Dimulai dengan mempelajari ilmu kedokteran, Jepang terus menggali dan mengembangkan pengetahuaan Barat, yang proses ini dikenal dengan era Rangaku. Melalui proses Rangaku, Belanda secara tidak langsung telah menjadi pintu pengetahuan bagi Jepang dan Jepang secara perlahan berhasil mengembangkan berbagai ilmu untuk kemajuan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan militer hingga Jepang siap berkembang ketika kembali membuka diri pada tahun 1853.


Kata kunci: Sakoku, sistem Rangaku, studi Barat, Jepang, Belanda, VOC.

Full Text:

PDF

References

Arima, Seiho. 1964. “The Western Influence on Japanese Military Science, Shipbuilding, and Navigation”, Monumenta Nipponica, Vol. 19, No. ¾.

Beerens, Anna. 2006. Friends, Acquaintances, Pupils, and Patrons; Japanese Intellectual Life in the Late Eighteenth Century: A Prosopographical Approach. Leiden University, Netherlands.

Blusse’, Leonard. 2000. “From Inclusion to Exclusiveness: The Early Years at Hirado, 1600-1640”, in Leonard Blusse’, Willem Remmelink, Ivo Smits (eds), Bridging the Divide: 400 years the Netherlands-Japan. Amsterdam: Hotei Publishing – Teleacnot.

Bob Tadashi Wakabayashi. 1998. Modern Japanese Thought. Cambridge: Cambridge University Press.

Boxer, C.R. 1950. Jan Compagnie in Japan, 1600-1817: An Essay on the Cultural, artistic and Scientific Influence Exercised by the Hollanders in Joan from Seventeenth to Nineteenth Century. The Hague: Martinus Nijhoff.

Chaiklin, Martha. 2003. Cultural Commerce and Dutch Commercial Culture: the Influence of European material Culture on Japan, 1700-1850. Research School CNWS; School of Asian, African, and American Studies, Leiden, the Netherlands.

Goodman, Grant K. 2000. Japan and the Dutch, 1600-1853. Curzon Press,

Hesselink, Reinier H. and Matsui Yōko. “Sakoku, or Japan ‘Closed Off’ from the World, A New Stage: the Second Half of the Seventeen Century”, in Leonard Blusse’, Willem Remmelink, Ivo Smits (eds). Bridging the Divide: 400 years the Netherlands – Japan.

Jacob, Els M. 2006. Merchant in Asia: The Trade of the Dutch East India Company during the Eighteenth Century. Leiden: CNSW Publication.

Jansen, Marius B. 1957. “New Materials for The Intellectual History ofNineteenth-Century Japan”, Harvard Journal of Asiatic Studies, Vol. 20, No. 3/4 (December, 1957), Harvard-Yenching Institute Stable.

--------. 2002. The Making of Modern Japan. Harvard University Press.

Kazuhiro, Yukutake. 2000. “Francois Caron and the Demolition of the Hirado Factory”, in Leonard Blusse’, Willem Remmelink, Ivo Smits (eds), Bridging the Divide: 400 years the Netherlands – Japan. Amsterdam: Hotei Publishing – Teleacnot. 27-32.

Kazui, Tashiro. 1982. “Foreign Relations during the Edo Period: Sakoku Reexamined”, translated by Susan Downing Videen”, Journal of Japanese Studies, Vol. 8, No. 2, The Society for Japanese Studies, Summer. 283-284.

Kazuo, Katagiri. 1982. “The Rise and Development of Dutch Learning (Rangaku) in Japan”, Bulletin of the Institute of Eastern Culture, Acta Asiatica, the Tōhō Gakkai, Tokyo.

Landes, David S. 1999. The Wealth and Poverty of Nations: Why some so Rich and some so Poor. New York-London: W.W. Norton & Company.

Reischauer, Edwin O. 1963. “Modernization in Nineteenth Century China and Japan”, Japan Quarterly, 10:3, July/September.

Copyright (c) 2016 Jurnal Kajian Wilayah
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.